Home / Artikel / Mengulik Lebih Jauh Soal SCAD, Penyebab Serangan Jantung Pada Wanita Muda

Mengulik Lebih Jauh Soal SCAD, Penyebab Serangan Jantung Pada Wanita Muda

Oleh Gladys Mangkuliguna Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri – Dokter Umum.

Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian non-infeksi yang menakutkan. Terkadang kita beranggapan bahwa penyakit jantung hanya menyerang orang tua saja, tapi hal ini tidaklah sepenuhnya benar. Tidak jarang penyakit jantung ditemukan pada orang usia muda dan dapat berakibat fatal. Masalahnya, sering kali gejalanya tidak terlalu jelas sehingga penyakit jantung tidak ketahuan. Padahal, diagnosis penyakit jantung pada orang muda, khususnya perempuan sangatlah penting untuk pengobatan lebih lanjut.
Mengapa penyakit jantung pada orang muda bisa terjadi?

Salah satu jenis penyakit jantung yang biasanya ditemukan pada wanita usia muda adalah Spontaneous coronary artery dissection (selanjutnya disingkat SCAD). SCAD adalah kelainan yang disebabkan oleh robeknya dinding lapisan dalam pada arteri koroner epikardial yang terdapat di jantung.

Kelainan ini tidak disebabkan oleh plak aterosklerosis yang menyumbat pembuluh darah maupun trauma atau penyebab iatrogenik lainnya. Pada SCAD, robeknya dinding dalam pembuluh darah yang disebut tunika intima menyebabkan terbentuknya hematoma/ bekuan darah pada daerah tersebut. Akibatnya, aliran darah menuju jantung melambat atau tersumbat sehingga menyebabkan serangan jantung, kelainan ritme jantung ataupun kematian yang tiba-tiba.

Keadaan ini dapat terjadi secara mendadak dan tidak seperti sindrom koroner akut, SCAD tidak dapat dicegah. Walaupun penyebab SCAD hingga saat ini belum diketahui dengan pasti, beberapa penelitian mengemukakan beberapa kemungkinan penyebab terjadinya SCAD yakni riwayat arteriopati, faktor genetik, atau kelainan hormon.
Faktor risiko SCAD

Peneliti menemukan beberapa karakteristik yang mirip pada pasien-pasien yang terdiagnosis SCAD. Beberapa karakteristik tersebut menjadi faktor risiko yang sangat penting diperhatikan. Misalnya:

Jenis kelamin. SCAD dapat menyerang laki-laki maupun perempuan. Namun, kondisi ini lebih banyak ditemukan pada perempuan.
Pernah melahirkan. Beberapa perempuan yang terdiagnosis SCAD baru saja menyelesaikan proses persalinan. SCAD paling sering ditemukan pada beberapa minggu setelah melahirkan. Hal ini semakin menambah risiko penyakit jantung pada orang muda perempuan.
Riwayat kelainan pada dinding pembuluh darah. Beberapa kelainan pada pembuluh darah dikaitkan dengan kejadian SCAD. Misalnya fibromuscular dysplasia (FMD) yang menyebabkan pertumbuhan sel tak normal pada salah satu dinding pembuluh arteri. Pertumbuhan yang tidak normal ini dapat menyebabkan dinding arteri melemah dan terjadinya sumbatan, diseksi, ataupun aneurisma. FMD juga dapat menyebabkan terjadinya hipertensi, stroke, atau robekan pada dinding pembuluh darah lainnya. Lagi-lagi, kelainan ini lebih sering ditemukan pada perempuan.
Olahraga ekstrem. Orang-orang yang baru saja berpartisipasi dalam olahraga ekstrem atau intens memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena SCAD.
Stres emosional. Seseorang yang baru saja mengalami kejadian atau pengalaman yang menyebabkan stres emosional memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena SCAD.
Iritasi pada pembuluh darah. Beberapa penyakit yang menyebabkan masalah sehingga terjadinya radang pembuluh darah seperti lupus atau poliarteritis nodosa dapat meningkatkan risiko SCAD. Masalahnya, lupus lebih banyak ditemukan pada perempuan, sehingga akhirnya risiko SCAD pun lebih tinggi pada perempuan.
Penyakit jaringan ikat yang diturunkan. Kelainan genetik yang menyebabkan masalah dengan jaringan ikat tubuh seperti sindrom Ehlers-Danlos dan sindrom Marfan sering kali ditemukan pada penderita SCAD.
Tekanan darah yang sangat tinggi. Pasien dengan yang memiliki tekanan darah yang sangat tinggi dan tidak terkontrol rentan mengalami SCAD.
Penggunaan obat-obatan ilegal. Penggunaan kokain dan narkoba lainnya dapat meningkatkan risiko SCAD.

Apa saja gejala SCAD?

Gejala SCAD sering kali mirip dengan gejala angina/ serangan jantung, misalnya nyeri dada ataupun dada yang terasa berat seperti ditekan dan menjalar ke lengan, leher, rahang, punggung, atau perut. Keluhan seperti sesak, badan terasa lemas, berkeringat dan kepala terasa pusing juga dapat dirasakan. Mual, muntah bahkan hingga pingsan juga dapat ditemukan pada pasien dengan SCAD.
Pemeriksaan apa yang harus dilakukan?

Angka kejadian SCAD yang belum terlalu tinggi dan belum terlalu dikenal menyebabkan banyak terjadinya misdiagnosis. Pemeriksaan awal dapat dilakukan dengan merekam irama jantung atau EKG untuk melihat aktivitas jantung Anda. Pemeriksaan troponin (salah satu marker protein pada penyakit jantung) juga dapat dilakukan.

Pemeriksaan lebih lanjut mungkin menggunakan angiogram. Pada pemeriksaan ini, dokter akan menyuntikkan kontras (pewarna yang terdeteksi menggunakan alat rontgen) melalui kateter pembuluh darah. Kemudian dokter akan mengambil foto gambaran pembuluh darah yang terisi kontras tersebut untuk mendeteksi adanya kelainan pada pembuluh darah.

Beberapa pemeriksaan lain yang dapat menjadi alternatif adalah ultrasonografi intravaskuler serta CT angiografi juga dapat dilakukan untuk mendapatkan gambaran jantung yang lebih detail.
Perawatan apa yang dapat dilakukan bagi penderita SCAD?

Perawatan penyakit jantung pada orang muda bertujuan untuk mengembalikan aliran darah jantung yang sebelumnya tersumbat. Pada beberapa kasus, penyembuhan dapat terjadi dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan berat atau operasi. Namun, kebanyakan kasus membutuhkan bantuan seperti dengan pemasangan balon ataupun stent maupun operasi bypass pembuluh darah jantung.

Setelah Anda terdiagnosis SCAD, beberapa obat yang dapat diberikan dokter kepada Anda mungkin meliputi aspirin, antikoagulan, obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah Anda, obat-obatan untuk mengurangi nyeri dada, serta obat-obatan untuk menurunkan kadar kolesterol.

Anda juga harus menjaga gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari. Hindari hal-hal yang menyebabkan stres emosional berlebihan, lakukan olahraga teratur, serta jagalah makanan pola dan berat badan Anda. Selain untuk mengobati, prinsip ini juga sangat penting guna mencegah penyakit jantung pada orang muda.

Sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/scad-penyakit-jantung-pada-orang-muda/

About admin

Check Also

Awas, 6 Kebiasaan Ini Bikin Kulit Cepat Kusam dan Keriput

6 kebiasaan yang membuat kulit terlihat lebih cepat menua (foto: Istockphoto) Liputan6.com, Jakarta Pada titik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *